𝗣𝗲𝗺𝗯𝗶𝗻𝗮𝗮𝗻 𝗸𝗮𝗱𝗲𝗿 𝗸𝗲𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗮𝗱𝗲𝗿 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 (𝗞𝗕) 𝗸𝗮𝗹𝘂𝗿𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗿𝗴𝗼𝗹𝘂𝘄𝗶𝗵
Margoluwih – Pemerintah kalurahan Margoluwih melalui Kamituwa kalurahan Margoluwih melaksanakan Pembinaan Kader Kesehatan dan kader Keluarga Berencana (KB) di Gedung Olah Raga Kalurahan Margoluwih pada Jum’at (06/02) siang. Pembinaan tersebut dihadiri Kamituwa, BPKal, Puskesmas Seyegan, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) kapanewon Seyegan dan kader se-Kalurahan Margoluwih.
Pembinaan kader Keluarga Berencana (KB) dan kader kesehatan bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas kader (seperti Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), dan Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP)) dalam menggerakkan program Bangga Kencana, kesehatan ibu-anak, gizi, serta percepatan penurunan stunting. Kegiatan ini meliputi pelatihan materi, konseling, pencatatan data, dan motivasi kepada masyarakat, yang sering dilakukan bekerja sama dengan Puskesmas dan PLKB.
Bidan Erlina dari Puskesmas Seyegan menjadi pemateri pada pembinaan tersebut, menyampaikan materi mengenai kontrasepsi MANTAP atau sterilisasi permanen. Ini merupakan prosedur bedah minor untuk mencegah kehamilan secara permanen dengan memotong/mengikat saluran sperma (MOP) atau tuba falopi (MOW), yang ditujukan bagi pasangan usia subur yang tidak ingin memiliki anak lagi.
Juga menyampaikan Kelas ibu hamil di tingkat kalurahan, yakni program rutin yang diselenggarakan Pemerintah Kalurahan bersama Puskesmas untuk mengedukasi ibu hamil (usia kehamilan 4-36 minggu) mengenai kesehatan kehamilan, gizi, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir. Diharapkan ibu kader masing-masing padukuhan bisa membagikan link ibu hamil Margoluwih ke ibu hamil yang belum masuk dalam grup, agar memudahkan dalam berkoordinasi ataupun penyampaian informasi.
Dengan pembinaan berkelanjutan, diharapkan kader mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan ketahanan keluarga serta dapat meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, mengurangi angka stunting, dan meminimalisir penyakit, khususnya melalui pendekatan pemberdayaan komunitas.
#PembinaanKader#Margoluwih



